Macam-Macam Tes Ajaib, di Sini Tempatnya!

Kamis, 04 Desember 2014

Alat Perangsang untuk Pasangan LDR




Assalamualaikum..




Sepanjang ane berkiprah (halah) di dunia komersialisasi kegilaan pikiran, ternyata ane tersadar akan sesuatu: Ternyata banyak yang lebih gila dari ane di luar sana. :O Salah satunya perusahaan sex toys OhMiBod, baru-baru ini meluncurkan vibrator mini kendali jarak jauh yang bisa ditempelkan di celana dalam pasangan. :O


Mereka berdalih, kemajuan teknologi dewasa kini mulai membuat setiap orang sibuk sendiri. Akibatnya mereka menjadi kurang akan sentuhan dan kasih sayang. Untuk itulah OhMiBod meluncurkan blueMotion, perangkat vibrator yang terhubung oleh iOS atau Android lewat jaringan bluetooth. :D



OhMiBod & blueMotion


Untuk menggunakan blueMotion, agan harus mendownload aplikasinya dari PlayStore terlebih dahulu gan. Setelah itu, smartphone kita akan menjadi semacam remote untuk memberikan sentuhan atau foreplay pada vibrator. Bahkan vibrator blueMotion juga bisa menyelaraskan perintah ponsel seperti intensitas getaran, ketukan, irama musik, juga merekam suara sampai 60 detik! Luar biasa! :O :@



Perasaan ane aja atau kemasan produknya emang bikin ngakak? :O


Pendiri OhMiBod, Brian Dunham beserta istrinya Suki, rencananya akan menambah daya jangkau blueMotion lebih jauh lagi dari sekadar daya jangkau bluetooth. Sehingga pasangan jarak jauh alias Long Distance Relationship (LDR) bisa lebih merasakan manfaat blueMotion. :x


"Kami ingin membuat pasangan tetap intim dengan teknologi," ujar Brian pada acara Consumer Electronic Show 2014 di Las Vegas lalu. :$


Pic: rainyorpeachy

Jumat, 14 November 2014

Bahaya Funny app!! Aplikasi TOP 5 Friend di Facebook


Assalamualaikum..

Setelah manusia mengenal sosial media, kita seakan jadi buta akan realita kehidupan manusia sebenarnya. Salah satunya yaitu timbulnya keinginan untuk mengetahui ketertarikan orang lain terhadap diri kita. :)

Contoh yang paling dasar: Kita jadi ingin foto kita dilike banyak orang; ingin status kita dikomentari banyak orang; bahkan ingin tahu orang yang tertarik dan sering ngepoin (stalking) kita. 

Untuk contoh yang terakhir. AWAS!!! BAHAYA!!! Nampaknya kita perlu lebih berhati-hati. :f

Lewat alasan tadi, akan banyak dari kita yang tertipu oleh ulah aplikasi dari para hacker jail. Salah satunya Funny App di Facebook. Aplikasi untuk mengetahui TOP 5 Friend di Facebook.

 
Tampilan Funny app di Facebook
Tampilan Funny app di Facebook

Aplikasi ini berbahaya karena cara kerjanya yang --menurut saya-- tidak etis. :c Bisa diketahui pada awal saat kita mendaftar Funny App ini.

 
Bahaya funny app top 5 friend aplikasi facebook
Kejanggalan pendaftaran Funny app. Kita disesatkan dengan tampilan Facebook asli dengan link yang dialihkan.

Kita diberikan tampilan Facebook yang dialihkan ke alamat link lain. Orang yang tidak cermat pasti bisa tertipu karena tampilannya sangat mirip --bahkan seperti facebook asli--. Kemudian memasukkan alamat email dan passwordnya kesana. Padahal itu kan bukan Facebook. :# Tampilan alamat link tersebut hanya pancingan agar kita memasukkan id kita kesana. Alhasil, secara tak sadar id kita sudah disedot oleh orang lain. 

Ane nggak masukin id ane kesitu. Emailnya ane tulis: wegah!!! dan passwordnya ane tulis: fukyu!!!!! Kemudian dialihkan lagi ke halaman iklan (biasanya iklan permainan). Setelah itu selesai. See? Sampai sekarang terbukti, ane nggak dapet pembaharuan dari funny app karena ane nggak memasukkan id ane yg benar.

Jadi sekarang bisa kita simpulkan. Cara kerja Funny app adalah dengan mengetahui id kita, kemudian log in dan mengupdate status kita dengan algoritma tertentu. Pantesan kok ada yang keliatan aneh saat teman-teman ane menandai ane di status Funny app mereka. Perhatikan deh, selalu ada tanda sunting disana. :c


Karena itulah, cara mudah menghilangkan Funny App di Facebook adalah dengan cara mengganti atau memperbarui Password kita. ;)

Kalau masih gagal, hapus setiap aplikasi dan hapus setiap chat terakhir di Facebook kita. :$


 
Funny App
Masak update status bisa sunting seketika :f



So, berhati-hatilah dalam meng-klik link dan memasukkan id kita ke sembarang website. :y Bisa jadi itu hanya akal-akalan hacker jail untuk mengetahui id kita untuk tujuan terselubung mereka. :t



Minggu, 09 November 2014

Macam Bentuk Tipe Sandal Gunung


Assalamualaikum..


Sekarang ini kegiatan outdoor sudah semakin marak. Bahkan sebagian orang malah menjadikan kegiatan ini sebagai rutinitas mereka. Entah naik gunung, jelajah, wisata alam atau sekadar jalan-jalan biasa. :t

Nah, karena itulah, tak jarang pencinta outdoor menjajakan uang demi membeli peralatan outdoor atau gear untuk melengkapi tampilan mereka. :$ Salah satunya sandal gunung, gear yang harganya masih lumayan terjangkau dan diminati berbagai kalangan.

So, kali ini ane mau agak sotoy nih mengenai sandal gunung. Hehe :D

Entah ini bener atau tidak, tapi ini adalah hasil pengamatan ane melihat beberapa macam bentuk sandal gunung atau sandal outdoor dalam kesesuaiannya dengan bentuk kaki pemakainya. ;)

Well, daripada kelamaan penasaran, langsung liat aja yuk.. Yuk mari.. :)



Sandal Jepit

Sandal Jepit Gunung
Sandal Jepit


Ini yang paling praktis sekaligus paling murah diantara beberapa bentuk sandal gunung yang ada. Tentunya fleksibel dan enak dipakai dimana saja. Tapi ane nggak merekomendasikan sandal jepit untuk track jauh. Selain kurang aman dan rawan lecet, kita akan kerepotan kalau sandal ini tiba-tiba terjatuh ke jurang atau hanyut di sungai waktu dipakai. Ya, sandal jepit kan mudah lepas saat kaki mulai lelah. :x


Jepit dengan Ankle Strap

Sandal Gunung
Sandal Gunung


Jenis ini mengurangi kelemahan dalam sandal jepit. Enak untuk jalan-jalan, bahkan bisa dipakai sehari-hari. Cocok untuk kamu yang mempunyai kaki panjang dan lancip. ;) Apalagi tipe ini sudah semakin populer. Dari situ akan semakin banyak variasi dan macamnya.


Jepit dengan jempol ketutup

Sandal Gunung Wiro Sableng
Sandal Gunung Wiro Sableng :O


Pakai tipe ini jika kamu merasa bahwa kamu adalah titisan Wiro Sableng. :O Nyaman dipakai juga nyaman dibuat santai. Nggak malu-maluin juga kalo pake tipe ini ke acara yang agak formal. :D


Slempang

Sandal Gunung Slempang
Sandal Gunung Slempang


Ini tipe yang paling populer sekaligus tipe paling ‘sandal gunung beneran’. Kuat buat kaki kalo muncak dengan track ekstrim, sekaligus pantes buat main biasa atau sekadar jalan-jalan. Cocok buat kamu yang punya kaki dengan jari panjang-panjang. Pokoknya tipe ini paling recommended deh, walaupun udah mainstream dan banyak yang punya. :p


Slempang X

Sandal Gunung Slempang X
Sandal Gunung Slempang X


Ini adalah tipe sandal ane. :D Ane suka tipe ini karena pas di kaki ane yang besar tapi nggak panjang. Lagipula kelihatan gagah aja kalo dilirik cewe. :O Kekurangannya sandal ini agak ribet kalo dipake buat santai. Walaupun bisa dibentuk sedemikian rupa, tapi tetep aja enakan pake sendal swallow kalo santai-santai. Bukan kenapa-kenapa sih, takut ilang aja. :O hahahaha


Full Front

Sandal Gunung Full Front
Sandal Gunung Full Front


Melindungi bagian depan kaki. Tipe ini keren banget kalo buat jalan jauh. Daripada beli sepatu mahal, beli sandal tipe ini aja udah cukup nyaman kok. ;) Sayangnya, tipe ini belum ada bentuk yang lebih anak muda. Kalo dipake kayaknya jadi keliatan tua gimana gitu. :x


High Ankle

Sandal Gunung High Angkle
Sandal Gunung High Ankle


Kalo kakimu panjang dan suka pake celana pendek, tipe ini yang paling maskulin. Nggak usah ditanya soal kenyamanan. Sudah pasti ini yang paling enak buat tracking, bahkan sambil lari. Tapi tidak disarankan untuk kamu yang berkaki pendek (kayak ane). Tipe ini akan membuatmu terlihat tenggelam. :O


Nah, itu tadi macam-macam tipe bentuk sandal gunung yang ane sotoi tau.
Kalo ente mau sekadar muncak dan nggak punya budget buat beli sepatu, beberapa saran diatas bisa dicoba. :) Masih banyak kok tipe dan model lain. Selera ente aja suka yang mana. :D Yang penting tetap cintai keindahan alam negeri ini. Soal tampilan mah, gampang, mengikuti aja. :t

Oke, mungkin sekian dulu yang bisa ane bagi. Bila ada kekurangan dari tulisan ini, komen aja. ;)


Babay.. :t


Baca Juga: 5 Gunung Untuk Pendaki Pemula di Jawa Tengah :D

                   4 Sulap Sederhana Tapi Keren Buat Pamer :O


Minggu, 10 Agustus 2014

Hidup Adalah Harapan


Assalamualaikum..

Sudah lama sekali sejak gue udah nggak nulis hal-hal gila lagi di blog ini. Kangen sih, tapi apa daya…. semakin dewasa, rasanya gue jadi semakin serius aja nih. :f Atau itu cuma perasaan gue, padahal aslinya justru semakin gila. Hahahahahahahahahaha :O (<< tuh kan gila)

Well, ngomong-ngomong soal serius, judul postingan kali ini kok kesannya serius banget ya…..

Padahal kalo lo liat gue ngetik, beuh. Di depan laptop sambil makan ceriping singkong, minimize The Law Of Ueki di yutub, sambil dengerin lagu-lagunya Marsha and The Bear dan mikir yang jorok-jorok tentang dia, :O sudah bisa ditebak bahwa ini adalah postingan absurd seperti biasanya. :$

Tapi tenang kawan. Seperti kata suhu Raditya Dika dan suhu Alit Susanto, kita harus tetap menjalankan Komedi pake Hati. Ya, tulisan kita tidak boleh 100.000% absurd. Harus ada pesan yang bisa diambil oleh pembaca dari ke-absurd-an kita. InsyaAllah seperti postingan gue kali ini. ;)

Sebuah inspirasi datang dari kata yang keluar saat gue nganterin temen waktu SMK (Sekolah Menengah Kedua :O) gue (vita) pulang beberapa waktu lalu. Gue bilang, “Hidup hanya tentang bagaimana kita berharap,” dan percaya atau tidak, ini masih gue pikirin terus sampe jadinya postingan ini.

Hope harapan
Hope - Sumber : Pribadi, Istimewa


Ya, tanpa harapan, bagaimana manusia bisa menggapai cita-citanya? Bagaimana manusia bisa terbang seperti sekarang? Bagaimana kita bisa merdeka? Bagaimana kita bisa punya sesuatu yang terus kita “perjuangkan” untuk hidup? Benar… Itulah harapan.

Bahkan menurut gue, harapan bisa jadi adalah salah satu alasan kenapa agama diturunkan. Orang yang tak punya harapan sama dengan orang mati. Itulah kenapa Tuhan suka bila kita berdoa… meminta……. berharap…..

Menurut gue lho ya…… :D


Jadi sebelum banyak berharap, rasanya kita perlu memetakan tahap-tahapan harapan yang ada dalam hidup ini dulu deh. ;)

Ini gue ambil dari pendapat dan pengalaman gue, ditambah survei dari Cak Lontong. Dari 100 orang yang disurvei, ternyata 99,99% orang, mengatakan bahwa mereka adalah orang yang sama. :O (yaitu gue.. :O) Ya, jadi survei ini bisa dikatakan sangat akurat lah.


So, inilah beberapa tahap harapan dalam hidup kita yang sudah gue rangkum dengan absurd. Mari silahkan… :t


Tahap Harapan Simple


Lollipop - Sumber : Internet

Semua manusia pasti punya hajat dan nafsu yang ingin dipenuhinya. Pada waktu kita kecil, kita minta permen, mainan, atau cewek cantik. Itu semua juga termasuk harapan, tapi harapan yang simple… sepele… Kita semua pasti sudah merasakan tahap ini.

Ciri dari tahapan ini adalah kita tidak perlu berpikir panjang untuk mengharapnya. Semuanya hanya terbesit sesaat, mungkin kayak kereta Shinkansen yang kebetulan lewat di depan wajah kita. Begitu cepat.

Tapi tahapan ini bukan berarti sudah lenyap kita tinggalkan. Alih-alih menuju tahap lain, terkadang kita masih mengandalkan harapan seperti ini. Seperti anak kecil yang mengharap sesuatu. Ya kan, ya kan? Hayo ngaku?? :$

Ah, jadi inget, dulu harapan simple gue yang terus gue pertahankan sampai kelas 2 SMK adalah “menjadi orang tersantai di dunia” :O keren nggak tuh…


Tahap Harapan Individual


Selfish - Sumber : Internet

Saat-saat paling egois yang dimiliki manusia adalah waktu mereka remaja. Jadi sudah bisa ditebak. Ini adalah harapan yang dimiliki saat kita dalam masa-masa remaja.

Ingin menjadi pemain bola, musisi, penulis novel. Atau menjadi yang terpandai dikelas atau ingin menjadi yang terkeren di sekolah.

Percaya atau tidak… Itulah harapan-harapan kita pada waktu itu. Yeah. So selfish.

But it’s okay. :) Menurut gue, justru harapan-harapan inilah yang membuat kita, emmm :f apa ya.. it’s like.. emmm…. membuat kita…….

Hidup...


Ya, ini bukanlah tahapan hanya untuk kita tinggalkan, tapi diperjuangkan. Harapan ini yang menjadikan seperti apa diri kita di masa depan. 

Teruslah bersabar... Tapi jangan tutup matamu... Coba sadari semuanya... Sampai kita naik level ke harapan selanjutnya. ;)


Tahap Harapan Untuk Orang Lain


Final Hope - Sumber : Internet

Akan sangat luar biasa saat setiap doa dan harapan kita, bukan kita tujukan lagi hanya pada diri kita seorang.

Seperti kata sensei gue, Nasrullah NMPS (<< ciyus, ini singkatan nama, bukan gelar akademis..) kita ini adalah manusia yang hidup dari harapan orang-orang sebelum kita. Orang tua kita, guru-guru kita, bahkan founding-father negara Indonesia, semuanya menggantungkan harapan mereka pada generasi berikutnya.

So, mulai detik itulah mereka masuk dalam tahap ini. Tahap ‘mengharap untuk orang lain’.

Lalu, bagaimana kita bisa masuk tahap ini?

Jujur, karena gue pun belum lulus ke tahap ini, gue belum bisa cerita banyak.

Tapi yang pasti, tiba saat dimana kau menitikkan air mata untuk orang tuamu, untuk adik-adikmu, teman-temanmu, untuk generasi penerus bangsa, untuk Palestina, umat Islam seluruh dunia, bahkan jika kau berdoa untuk setiap makhluk hidup di alam ini…………….

Gue yakin, itulah awalnya. :t


So, itulah postingan gue mengenai “Hidup adalah Harapan”. Sudah sampai mana tahap harapan kamu?? :x
Bila ada yang kurang berkenan atau gue terlihat sotoy disini, silahkan komen aja ya. ;)


Bye bye..!!! :k


Rabu, 09 Juli 2014

Cerita Riddle Horror Vol. 3


Assalamualaikum..

The Riddler (Batman Villain)


Menanggapi riddle ane di vol 1 dan vol 2,

Rasa-rasanya dosa besar nih ane kalo nggak update lagi. Hehe. Maka dari itulah, alhamdulillah banget, otak ane masih diberi kesempatan untuk ngelanjutin cerita riddle lagi. :D

Seperti di vol 2 yang tergolong singkat-singkat, ane jadi kepikiran : Kenapa setiap volume nggak dijadiin edisi khusus aja ya??

Nah, karena itulah ane putusin riddle kali ini adalah edisi khusus :

Riddle Horror... 


:# :# :#

Tanpa suspect and victim, penbunuh atau dibunuh, tanpa teka-teki kehilangan nyawa. Kalian tinggal cari aja fakta sebanyak-banyaknya dalam cerita-cerita ini.

Bebaskanlah pikiranmu, jangan terpaku pada kunci jawaban penulis, Tebaklah sesuai imajinasi. Kenapa? Karena memang untuk itulah cerita riddle dibuat. Huahahahahaha. #ketawajahat

Nah, makanya jangan diem aja ya. Barangkali imajinasi kalian lebih liar dari gue misalnya. Syukur-syukur bisa sekalian bikin dan silaturahmi kan.. :@

O iya, terakhir, bacanya malem-malem aja ya biar greget. :O

Oke, kalo gitu thanks for coming and silahkan membaca.. ;)


Perpustakaan Tua:
Soal:
Temukan beberapa fakta!



Mahasiswa zaman sekarang, biasanya jarang sekali mengunjungi perpustakaan. Termasuk aku ini. Yeah, kalau bukan karena dosen gila itu, kelihatannya membuat makalah tak akan seribet ini deh. Tinggal copas-copas saja dari internet, selesai sudah.

Ah, sudahlah. Toh sekarang aku sudah berada di perpustakaan kota. Sekali-kali menikmati suasana perpus tua yang sepi ini, tak apalah.

Saking nikmatinya, tak terasa sudah jam 20.30. Perpus akan tutup setengah jam lagi dan aku belum menemukan apa yang kucari. Kutipan pidato awal kepemimpinan presiden Putin untuk melengkapi makalahku, belum ketemu sejak 2 jam lalu. Bagus, bisa mati aku besok.

Padahal, buku-buku tentang sejarah Rusia hanya ada di satu rak. Dibelakangnya ada lorong panjang kosong tempat buku-buku sejarah negara lain tergeletak. Yang menyebalkan adalah, buku-buku mengenai presiden, semuanya ada di rak paling atas. Sial, aku harus menggunakan tangga kecil untuk mencapainya.

Hanya ada satu tangga kecil di setiap lorong. Untungnya di lorong buku sejarah negara ini, hanya ada aku sendirian. Mudah saja tangga kecil ini ku kuasai.

Eh iya, ngomong-ngomong, ternyata di ruangan ini hanya tinggal beberapa orang yang tersisa. Aku, cewek dengan seragam sekolah kesehatan dan mas-mas muda yang kelihatannya sudah S2. Ditemani suara horor dari kipas angin putar yang kadang menggemeretak keras. “Trak.. trak.. tratatatatak..,” Selanjutnya, kembali sepi senyap.

Ah, akhirnya selesai juga. Aku kira akan ada kejadian aneh di perpustakaan yang katanya angker ini. Hanya saja, waktu mengembalikan buku-buku sejarah presiden di rak.......... Shit!!

Muncul wajah seorang nenek-nenek tua dari balik rak buku. Dengan senyum ramah dan mata yang hanya kelihatan segaris. Sial, hampir mati kaget aku dibuatnya!

Dengan canggung aku-pun menundukan kepala tanda hormat, dia masih tersenyum. Kelihatannya dia sedang mengembalikan buku-buku yang berserakan di lantai.

Kemudian ada mas-mas di loket peminjaman yang masih bekerja sendirian sampai malam begini. Hebat sekali dia, batinku.


“Malem bener mas?,” katanya ramah.

“Iya, tugas kuliah buat besok mas. Hehe,” jawabku enteng.

“Oh, nggapapa mas. Kami malah seneng kok kalo ada yang belajar sampai malam begini,” ujarnya.


Kami? Oh, kukira petugas lain sudah pulang duluan, batinku lirih.

Alhasil, akupun meninggalkan perpus dengan tenang. Bukunya ketemu, selesailah tugasku besok. Tapi yang membuatku merinding, kenapa setelah aku keluar dengan motorku, semua lampu perpus langsung mati??

Ceklek.. ceklek.. ceklek!!!

Dari jalan raya, akupun hanya bisa bergumam, “Kayaknya aku orang terakhir yang keluar ya?,”





Basket Kepala:
Soal:
Masuk 3 points ya?



Basket sudah menjadi rutinitasku belakangan ini. Aku sudah menggelutinya sejak awal-awal masuk SMP dulu, 4 tahun lalu.

Aku adalah bagian dari tim inti di SMA ku. Beberapa bulan kedepan, kami akan ikut dalam kejuaraan nasional. Well, kau akan tau sesibuk apa kami dibuatnya nanti.

Malam ini kami akan latihan lagi untuk persiapan menjelang Jurnas. Tapi sesampainya di lapangan, sial, ternyata yang datang hanya sedikit sekali. Hanya ada 6 orang disana, termasuk aku. Gila! Mereka sebenarnya niat nggak sih?

“Katanya sih pada nggak berangkat gara-gara takut. Ada gosip beredar, disini habis buat pertengkaran antar preman kampung. Gue juga ngga tau sih, masak preman bentrok di dalem sekolah ya? Ya kan?,” kata senior sekaligus kapten tim kami, Atang.

Yah, mau mereka tak datang kek, mau sakit kek, mau takut kek. Toh semuanya sama saja di setiap latihan. Selalu aku yang mendorong keranjang bola dan menyala-nyalakan lampu. Bedanya, kali ini kita hanya latihan di satu ring karena sepi.

Hey.. hey.. hey.. Jangan mengejek ya. Walaupun aku paling junior dan paling disuruh-suruh di tim inti, aku tak pernah bolos dari starting 5 lho. Aku shooting guard utama di tim, bahkan terbaik di tingkat nasional.

Hey.. hey.. hey.. Masih tak percaya? Kalau begitu kau harus melihatku bermain. Percayalah, setiap aku akan menembak 3 points, pastikan bahwa cewek-cewek di sekitarmu itu berteriak, “Arial..!!! Arial..!!!” dengan heboh. Kau akan iri nanti.


Entahlah, wajahku memang standard, tapi kata mereka, gaya-ku lah yang terlihat keren. Bagaimana aku menembak dan berbalik badan sebelum bola masuk ke ring, dimata mereka adalah gaya yang paling cool.

Tadinya sih gaya itu memang tak kusengaja. Tim ini terkenal dengan pertahanannya yang sangat kuat. Alhasil, aku sudah harus kembali dengan cepat sehabis menembak. Terciptalah gaya ‘cuek’ ini.

Nah, kesan cuek yang mendasar itulah yang membuat mereka –cewek-cewek– semakin liar. Apalagi kalau tembakanku itu clean shoot yang mulus. Wow, mereka pasti berteriak keras. Akhirnya, aku jadi ketagihan bergaya sehabis melakukan shooting.

Itu juga kulakukan setiap aku latihan. Caranya gampang. Hanya berdiri di belakang garis 3 points di belakang teman-teman, mengambil satu bola dari keranjang bola, membayangkan cewek-cewek berteriak, “Arial..!!! Arial..!!!” dengan heboh, kemudian mulai shoot.


“Hei. Ini kenapa ada clurit di tengah lapangan!!” teriak Atang mengagetkan. Ah, tak usah dihiraukan, Atang memang sering marah-marah begitu.


Seorang shooter yang baik pasti tahu bolanya itu akan masuk atau tidak. Kali ini masuk. Yah, walaupun hanya latihan, tapi instingku ini sudah terlatih setara pertandingan final. Yang harus dilakukan tinggal berbalik, melebarkan tangan, lalu......


“Waaaaaa..,” jerit teman-teman berlarian dari arah belakangku.

“Aaaaaaaaaa.” Mereka berlarian keluar lapangan, keluar sekolah, ke tempat terang. Sial, aku hanya bisa latah saja mengikuti mereka.


“Hoeek..,” beberapa temanku muntah-muntah setelah sampai jalan raya.


“Heh, ngapain sih lari-lari,” tanyaku megap-megap.

“Ta..tadi waktu kita main, a..ada kepala terbang yal,” kata Andi.

“Ah. Kepala apa??”

“Kepala orang... Masuk ke ring dengan sempurna. Begitu sampai lantai, darahnya muncrat kemana-mana!!!,” kata Atang.


Setelah itu, aku hanya bisa melihat tanganku. Ada semacam noda lengket disana.

Kemudian yang kuingat setelahnya hanyalah gelap. Aku pingsan.





Pinjam punyamu:
Soal:
Kira-kira apa yang mau dipinjam?



Namanya Jupri, berlari tergopoh-gopoh menuju depan kos Trias.

Tok.. tok.. tok..

“Yas..!! hoy, yas..!! Lo di dalem kan? Yas.. Buka yas..,”

Jupri mengetok-ketok pintu dengan keras, tapi kemudian berhenti dan mematung. Pikirannya melayang pada mimpinya tadi malam.


“Ada apa sih jup teriak-teriak,” ucap seseorang dari balik pintu.

Tak lama setelahnya, pintu terbuka dan wajah Trias menyembul dari balik pintu. “Ganggu orang tidur aja,” tambahnya dengan nada lelah.

“Trias..!!” Tanpa diduga, tiba-tiba Jupri memeluk Trias dengan sekali gerakan. Cepat sekali.

“Syukurlah yas. Gue kira lo udah mati. Tadi malem gue mimpi elo dibacok di kebon timur sampe kepala lo tuh copot yas.. Copot.. Nggelinding..!!!” ucap Jupri nerocos.

“Ah, masa sih?”

“Iya! Dan yang lebih parah lagi apa coba? Gila. Yang nebas lo itu nggak punya kepala yas! Hantu!” potong Jupri dengan nada geregetan.

“Halah, percaya sama mimpi, kapan kau ini bisa realistis juk, juk,” ucap Trias.

“Heh, gue ini peduli sama lo. Harusnya lo berterimakasih dong,” kata Jupri kesal. “Eh, yaudah, ternyata ngga ada apa-apa. Rugi gue kesini. Hehe, gue duluan ya. Hampir telat nih, ada kuliah,” kata Jupri yang memang sudah terkenal suka nerocos ini.

“Lah, tapi lo kok jadi kurusan gini sih yas?” tambah Jupri.

“Ah, perasaanmu aja kalik jup,” jawab Trias sembari memakai sandal, mengantarkan Jupri sampai depan jalan. Mereka berpisah dengan lambaian tangan dari keduanya...


Besoknya, tersiar berita bahwa Trias koma di RSUD. Trias ditemukan di kebon timur dalam keadaan luka parah. Bagian lehernya seperti disilet memutar mengelilingi leher.


“Dit..!!! Keluar dit..!!! Hoy.. Adit..!! Lo di dalem kan??” teriak Jupri sambil menggedor-gedor pintu kosan Adit.

“Dih, apaan sih jup. Pagi-pagi buta gini. Berisik ah,” ucap Adit bersautan dengan suara pintu terbuka.

“Pokoknya gue mau nginep sini!,”

“Heh, ngga usah pake gagap gitu donk. Ada apa sih? Lu tumben amat,” jawab Adit bingung.

“Lo tau kan mimpi gue soal Trias seminggu kemarin? Kali ini gue mimpiin kayak gitu lagi dit. Dan kali ini lo dit! Sama persis! Gila, gue takut serius,” ucap Jupri nerocos seperti biasanya.

“Ah, masa sih?”

“Iya! Pokoknya gue mau jagain lo disini, sampe besok pagi!,” potong Jupri cepat. “Tapi ngomong-ngomong, tumben lo pake jam tangan dit? Eh, ini bukannya jam-nya Trias ya?” tanyanya.

“Iya, gue pinjem kemarin. Berhubung sekarang dia masih di RS, gue pake dulu nggapapa kan?” jawab Adit. “Lagian gue juga mau pinjem sesuatu sama lu.”

“Hah, pinjem apaan?”

“Udah gampang, entar sore ikut ke kebon timur aja sama gue. Gue mau liat-liat TKP-nya Trias,” kata Adit mengagetkan Jupri.


Maghrib menjelang, mereka memulai perjalanan mereka ke kebon timur. Kebon timur adalah kebun pisang milik haji Rasmin di sebelah timur kampung.

Kata tetua-tetua desa, kebon ini dulunya dipakai untuk membuang mayat-mayat korban penyiksaan 1965. Makanya, sampai sekarang belum ada developer yang berani membangun perumahan di kebon timur.


“Dit, i...ini sama persis kayak tempat di mimpi gue dit,” ucap Jupri memecah kesunyian malam.

“Iya, tadinya gue juga nggak percaya jup......”

“Tapi setelah lu dateng lagi, gue jadi percaya. Ternyata lu emang pemimpi yang hebat......” kata Adit membalikkan badan menatap Jupri.


Entah kenapa, tubuh Jupri kaku, tangan kakinya lemas, pikirannya terbawa di tempat yang telah dia pijak 2 kali dalam mimpi kemarin. Ya, di tempat dia berdiri sekarang.

Dukk..!!

Gerakan mengagetkan terjadi. Adit mengeluarkan kapak dari tanah yang dia injak. Tapi itu biasa saja, bukan itu gerakan yang mengagetkan.

Kepala Adit yang mulai berdiri tiba-tiba terjatuh ke samping. Bunyi “duk” yang menyakitkan terdengar. Yang tersisa kini tinggal tubuh tanpa kepala yang berdiri tegak menghempas-hempaskan bokong kapak ke tangannya.

“Jup..” kata Adit. Lebih tepatnya kepala Adit.

“Gue boleh minjem sesuatu kan????”




*jawaban vol. 3 ada di sini

*vol. 4 (Riddle Psikopat) di sini



Kamis, 01 Mei 2014

Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)




Assalamualaikum..

Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)
The Professor and The Madman (Sumber: Ajaibbinladden)

Judul : The Professor and the Madman: A Tale of Murder, Insanity, and the Making of the Oxford English Dictionary
Diterjemahkan dari : The Professor and the Madman, HarperPerennial, New York, 1999
Penulis: Simon Winchester
Penerjemah: Bern Hidayat
Penerbit: Serambi, Januari 2007
Halaman: 341
ISBN: 979-1112-53-3


Pada zaman dimana para ahli sains bertanya-tanya apa itu biru atau kuning? Zaman dimana para musisi bersepakat bagaimana bunyi C minor dan C mayor, 

“Hey, kenapa bahasa nasional tidak diberi martabat setara dengan standar-standar lain!,” itulah pemikiran tokoh-tokoh sastrawan Inggris, memaksa sebuah standar bahasa Inggris perlu didefinisikan dan dipatenkan. Inggris perlu panduan tata bahasa. Ya, inilah latar belakang pembuatan kamus di Britania Raya abad 17 dan 18. ;)

Spirit ambisi kesempurnaan dan ke’nekat’an mereka ternyata sampai pada tahun 1857. Orang-orang perfectionis keras kepala di era Victoria telah merencanakan konsep yang benar-benar baru. Menyajikan ‘kata-kata’ bahasa Inggris secara keseluruhan dan kompleks, lengkap dengan sejarahnya. Konsep simpel (tapi gila) ber-nama ‘kamus besar’ yang sekarang kita kenal dengan nama “Oxford English Dictionary” (OED).


Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)   OED
OED edisi pertama (Sumber: Internet)

12 jilid OED (satu jilidnya saja setebal batu nisan), yang memakan waktu pembuatan selama 70 tahun, adalah legenda sampai saat ini. Bahkan selalu menjadi kutipan dan acuan yang berbunyi, “menurut OED ....” di parlemen, sidang pengadilan, sekolah, perkuliahan, dan penggunaan bahasa Inggris di seluruh penjuru dunia. 

Mungkin dari kalian sudah banyak yang tau tentang OED, bahkan memakainya. Tapi apa kalian tau fakta bahwa editor kepala OED, ternyata tak pernah lulus sekolah? Atau kontributor paling aktif OED, ternyata adalah penghuni Rumah Sakit Jiwa? Dan bagaimana persahabatan mereka lewat pengabdiannya pada ‘kata-kata’ sampai maut menjemput mereka? Itulah dongeng yang akan kita dapat setelah membaca The Professor and The Madman.

 Ya, buku ini mengisahkan tentang dua orang yang tadinya sama sekali berbeda nasibnya, tapi menjadi sahabat abadi setelah terjun dan mengabdikan diri mereka pada penciptaan OED.


Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)   James Murray
James Murray (Sumber: Internet)

Perjalanan hidup James Augustus Henry Murray (The Professor), putus sekolah di usia 14 tahun karena melarat. Orang tuanya hanyalah penjahit dan pedagang kain. Tapi ketertarikannya pada filologi dan semangat belajarnya yang tak pernah putus, bisa mengantarnya menjadi anggota Philological Society. Wow, sebuah prestasi yang hebat sebagai pemuda yang tak pernah mengenyam bangku kuliah (zaman itu, 14 tahun bahkan belum lulus SD).

Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)   Editor OED
Rumah James Murray sekarang (Sumber: Internet)

 Tak disangka, prestasi hebat yang ditunjukkan Sir James membuatnya terpilih menjadi editor kepala proyek gila bernama Oxford English Dictionary. Juga membawa perkenalannya dengan pria sinting dalam sel RSJ, (The Madman) dr. William Chester Minor.


Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)   W.C Minor
W.C Minor (Sumber: Internet)

Berbeda dengan James Murray yang bisa dibilang kurang beruntung dalam pendidikan, W.C Minor adalah lulusan kedokteran Yale University. Naasnya, setelah lulus ia malah melamar menjadi personil medis Union Army sampai mengikuti perang di Wilderness. Disanalah ia mendapatkan kegilaannya. :#


Point of interest buku ini pun sebenarnya banyak mengambil sisi-sisi manusiawi dari W.C Minor. Penulis buku ini (Simon Winchester) melengkapi isi bukunya dengan penelitian dan riset mendalam tentang kehidupan pribadi W.C Minor. Kekagumannya juga terlihat dari foto Minor yang sengaja terpampang pada sampul bukunya.

Tentang masa remaja Minor yang membuatnya jadi mudah ‘terangsang’, tragedi di Wilderness yang menyebabkan trauma dan skizofrenia parah pada diri Minor, sampai pada pembunuhan yang dilakukannya. Minor menembak kepala George Merret di Lambeth, Inggris, itupun tanpa sengaja. Skizofrenia mengantarnya pada halusinasi parah untuk mempertahankan diri. Sampai mengantarnya ke balik dinding sel RSJ Broadmoore, Inggris.

Tak disangka-sangka, justru itulah awal dari pertemuan Murray dan Minor. Dalam brosur yang disebar-sebar Murray di setiap cetakan buku, ia menjelaskan bahwa tim OED sedang butuh kontributor. Tugasnya hanya membaca, mengutip kata dan mendefinisikan kata dalam buku, kemudian mengirimkannya ke redaksi OED.

Tentu saja itu adalah pekerjaan menarik bagi orang yang punya banyak waktu senggang, atau orang gila terpelajar yang punya perpustakaan sendiri di dalam sel penjara-nya. Ya, inilah awal keterlibatan nyata Minor pada penciptaan OED, sampai namanya tercantum sebagai kontributor ter-aktif di halaman depan Oxford English Dictionary.

Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)  dr. W.C Minor
Makam W.C Minor :s (Sumber: Internet)

Menurut saya, yang paling menarik dari buku ini justru terdapat pada si penulis, Simon Winchester. Mungkin karena basis Simon adalah seorang wartawan (mirip saya.. ehm.. ehm.. hehe), Simon mampu merangkai fakta-fakta yang ditelitinya menjadi sebuah cerita yang sangat asik.

Dari latar belakang penciptaan OED, kehidupan Inggris era Victoria, hubungan-hubungan OED pada peristiwa lain, kehidupan pribadi Murray dan Minor hingga maut menjemput mereka, sampai OED dirampungkan setelah 70 tahun. Membuat pembaca buku ini pasti ikut tersentuh atas kerja keras dan pengorbanan tim penyusun OED. Keren badai lah pokoknya.!!

Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)   OED
OED sekarang (sumber: Internet)

Sedangkan kekurangan buku ini menurut saya pribadi adalah ketidak-jelasan genre. Kabarnya versi asli buku ini adalah non-fiksi, tapi entah kenapa versi terjemahannya malah dipelesetkan seperti novel. Yah, walaupun nggak kayak aslinya, tetep asik-asik aja sih. ;)

Apalagi setelah baca buku ini, kita jadi tau betapa susahnya sebuah buku itu bisa tercipta. Pada akhirnya, kita akan jadi lebih menghargai karya orang. Syukur-syukur menjauhkan kita dari tindakan plagiasi. :t

Yap, makanya rating saya : 4.5 of 5 stars buat The Professor and The Madman :@


Atur Nuhun.. Apa? Kamu mau baca juga :D silahkan komeng kalo gitu.. :O 



sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com