Macam-Macam Tes Ajaib, di Sini Tempatnya!

Selasa, 02 Mei 2017

Kisah Seorang Ibu dan Bunga Anak-anaknya

Assalamualaikum,


Ketika membangun sebuah rumah yang layak huni, seorang ibu mempunyai peran vital di dalamnya. Ini adalah cerita tentang ibu dan naluri keibuannya saat rumah ayah direnovasi. (Maklum, ane belum punya rumah sendiri, gan. Hehe.) Bila tidak ada sentuhan ajaib dari seorang ibu, mungkin rumah itu tak seteduh dan tak semenyenangkan sekarang.

Selama kurang  lebih 22 tahuan aku hidup dengan ibu. Aku jadi hafal betul dengan hal-hal yang menarik perhatiannya.

Ya, kira-kira mungkin sama dengan ibu-ibu lain: tegila-gila dengan dengan perabotan rumah tangga, baju, sepatu dan lain-lain. Tapi yang menarik (sekaligus agak aneh), ibu saya punya bakat untuk memilih dekorasi dan aksen penghias rumah. Yang menurut lelaki, itu mungkin tak penting dan tak pernah terbayang untuk dibeli karena tak punya nilai guna yang tinggi. Ya, begitulah lelaki.

Seperti sekarang ini, berhubung rumah ayah sudah selesari direnovasi, otomatis ibu belanja perbotan rumah tangga lagi untuk melengkapi rumah. Dan itu busetttt, belanjanya banyak banget! Seperti yang kubilang di atas, banyak barang yang dirasa tak penting-penting amat untuk dibeli. Jadi berkata dalam hati, “Gimana nanti kalau gue udah punya bini, ya? Habisnya berapa duit, nih?” xD

Ayah sebenarnya sependapat denganku. Bahkan dia tak terlalu suka mendekorasi rumah. “Begitu aja cukup lah,” mungkin begitu pikirnya. Tapi bila ada naluri seorang wanita di sebuah rumah, pastilah punya segala macam cara untuk mendominasi.

Hasilnya? Sebanding dengan apa yang diperjuangkan! Ayah juga pasti senang melihat rumahnya seindah sekarang.

Desain interior rumah berbeda jauh dari yang dulu. Lebih terlihat cantik, modern, dan ceria. Wallpaper dipasang bunga-bunga dengan warna-warna yang disukai si empunya kamar (O iya, yang direnovasi adalah kamar dua adikku dan kamar ayah-ibu sendiri). Asyiknya lagi, wallpaper itu mungkin sudah pantas dibuat background foto studio!

Nah, selain itu, yang mencolok adalah hiasan bunga-bunga dari ACE Hardware seperti yang ada di dalam gambar. Bagus kan, mirip bunga asli?


Itulah dekorasi yang dibeli ibu. Menariknya, selain dibuat untuk dekorasi rumah ternyata bunga tersebut ibu gunakan untuk menggambarkan kecintaan pada anak-anaknya. Dia sesuaikan dengan pemahaman yang betul-betul matang terhadap warna kesukaan anak-anaknya: kuning, merah, hijau, dan ungu.

Jumlahnya pun lima. Tiga untuk adik, beserta aku dan calon istriku (yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri). Bahkan saking isengnya, ibu menulis I love Ufi, I love Andin, dan seterusnya sesuai nama-nama kami. xD

Ini sukses yang membuat setiap penghuni rumah merasakan kehangatan (sekaligus kelucuan) seorang ibu. Alhasil, semua pasti rindu untuk kembali ke rumah lagi. Apalagi buat aku yang sudah jarang pulang ke rumah.

Begitupun dengan perabotan rumah tangga lain. Ibu selalu punya cara untuk memaknainya.Bahkan setiap perabotan biasanya digandakan secara tak tanggung-tanggung: jadi empat buah! Dia pun selalu berkata, supaya nanti bisa di bawa oleh kami, kalau sudah punya keluarga masing-masing nanti.

Akhirnya saya jadi paham. Ketilka seorang ibu atau wanita senang berbelanja perabootan rumah tangga (seperti bunga dekorasi yang ibu beli untuk anak-anaknya), itu bukanlah semata kesenangan belaka. Tapi untuk menyengkan keluarga dan memberi kehangatan dalam rumah tangga.

Terima kasih ya, bu. . . .


sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com